Demikian aku memberi ucapan selamat kepada diriku sendiri…. Ya, hari ini usiaku telah bertambah. Dan banyak peristiwa yang terjadi pada hari kelahiranku kali ini. Peristiwa yang membawa satu pesan yang sama, agar aku melihat kembali ke belakang, meninjau kembali seluruh perjalanan hidup yang telah kutempuh.

Aku ingin kembali menemukan alasan keberadaanku. Aku pernah limbung dan hilang arah. Aku ingin kembali mengenal diriku, karena aku pernah merasa hilang dan tak mampu memaknai hadirku. Begitu banyak hal yang aku tak mengerti. Ya, aku tertegun dan melihat ke belakang…bagaimana aku mesti melihat dan menyikapi semua peristiwa yang kualami selama ini…?

Hari lahir selalu merupakan hari yang teramat penting bagiku. Karena pada setiap hari lahir, aku seperti tersentak seketika. Ketika usiaku menjadi genap dan bertambah, dia sesungguhnya merupakan perlambang…,Simbol dari hidup yang telah kutempuh sedemikian jauh…!!!

Dan malam ini, di saat usiaku telah bertambah…semua perjalanan hidupku sejauh ini seakan berputar kembali seperti sebuah sinema. Masa-masa kecilku yang bahagia dan sedih. Masa-masa remajaku yang aneh dan lucu. Masa-masa yang berat dan penuh tragedi. Juga masa-masa penuh tawa. Hari-hari punya siang. Hari-hari punya malam. Hari-hari kekalahan. Hari-hari Kebangkitan. Semua peristiwa itu berputar kembali muncul seperti slide film yang melintas di hadapanku. Peristiwa-peristiwa yang membawaku kepada hari ini. Berputar perlahan dalam setiap detilnya membuatku terjaga di sepanjang malamku ini…..

Hm….kuhirup nafas dalam-dalam…dan kuhembuskan perlahan….

Ya, aku masih hidup hingga hari ini. Itulah hal pertama yang muncul dalam pikiranku. Aku masih hidup, dan aku sungguh bersyukur untuk itu. Aku masih hidup, dan itulah mengapa aku mampu menuliskan renungan ini, saat ini. Aku masih hidup, dan itulah juga mengapa pada malam ini aku bisa menapaki kembali semua jejak masa laluku. Melihat semua peristiwa yang membuatku tiba pada hari ini, membandingkan hari ini dan hari kemarin, dan aku tiba pada satu kesimpulan: Allah SWT memberkatiku di sepanjang perjalananku.

Dan ketika aku melihat semua peristiwa yang terjadi dalam hidupku: aku mendapati saat-saat dimana aku menemukan cahaya, juga saat-saat di mana aku tidak mampu melihat cahaya. Aku bersyukur atas saat-saat terbaik manakala cahaya menerangiku, yang membuatku mampu hidup dalam aspirasi tertinggi. Namun aku tak kan menyesali saat-saat ketika aku hilang cahaya, ketika aku melakukan begitu banyak kebodohan. Ya, aku tak akan menyesalinya, dan aku tak akan pernah mengangap itu sebuah kesia-sian, tetapi aku akan BELAJAR darinya.

Terima kasih hari ini telah Engkau mudahkan segala perkara..Engkau limpahkan curahan rahmat yang tiada tara…Engkau berikan satu titik embun yang sangat sejuk, Engkau berikan satu lembar kanvas putih bersih tempatku menuliskan kembali pelangi kehidupan yang baru

Semoga Engkau akan selalu menjaga langkahku dari ketidak lurusan jalan yang akan kutempuh di hari-hari mendatang, akan senantiasa Engkau jaga segala pandanganku dari hal-hal yg buruk, akan selalu Engkau jaga setiap mutiara kata yang terucap dari bibirku, akan Engkau lindungi kedua telingaku dari hal-hal yang bisa menggoyahkan imanku, akan Engkau tuntun tanganku agar senantiasa berbuat hal-hal yang baik…sehingga di hari yang akan datang seluruh anggota tubuhku mulai bersimpuh berada di jalan-MU Ya Allah…

Dan aku ingin mengakhiri Renungan ini dengan SENYUMAN, aku lepas masa laluku yang kian memudar. Proses pendakian diri mesti terus dilanjutkan hingga aku mampu temukan…dan menyerap Cahaya-Mu, setia dalam terang Cahaya itu dan memancarkannya kembali dengan lebih terang.

Ada…Tiada…datang dan Pergi semua karena kebesaran-MU ya Allah…
Engkaulah Kekasih sejatiku

Tangerang,
03:27 WIB

^Ardian Rosade^

Advertisements