….Boleh jadi kamu membenci
sesuatu, padahal ia amat baik
bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu
menyukai sesuatu, padahal ia
amat buruk bagimu;

Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui. (QS.Al Baqoroh : 216)
Semua kepahitan, kegetiran, dan
keberatan itu hanya sementara.
Sampai kapan? Takkan bisa
terjawab, karena hanya Dia yang
berhak mengatur. Hanya Dia yang
berhak menentukan apa yang
terbaik buat Hamba-NYA.
Hari esok takkan pernah ada yang
tahu. Esok hanyalah milik-Nya.
Jangan ciptakan harapan muluk -muluk, sebab biasanya takkan
terjadi, atau mungkin tidak terjadi.
Tak usah pikirkan kebahagiaan
diri, karena kebahagiaan tidak
pernah berlabuh pada suatu titik,
malah akan terus berlanjut seiring
dengan kepahitan hidup yang
harus kita lalui.
Jalan tak bisa selamanya lurus.
Kadang ada tikungan tajam yang
harus kita lewati dengan penuh
kehati – hatian, kadang jalan itu
riskan penuh dengan bebatuan
yang terjal, kadang banyak sekali
belokan yang membuat diri bisa
tersesat kehilangan arah.
Sekarang mungkin sedang berada
di jalan yang penuh dengan
belokan yang membingungkan.
Menuntut diri untuk membuat
suatu keputusan dalam memilih
belokan yang tepat.
Harus kemana melangkah?
Belokan manakah yang akan
menyelamatkan diri? Apa yang
harus di lakukan selanjutnya?
Akankah Tuhan terangi sinar-Nya?
“…Dan hati kan menjadi tentram
manakala memasrahkan semua
hanya kepadaNya…”
Ketika kebimbangan itu
menyentuh nurani, ingatlah
padaNya. Ketika merasa seperti
tak ada pilihan arah untuk berjalan,
tetapkan hati hanya kepadaNya.
Ketika kebahagiaan sepertinya
sangat jauh terjangkau, syukuri
banyak nikmat-Nya. Ketika
harapan seakan memudar, jangan
pernah putus asa dari rahmat-Nya.
tulisan toek mengingatkan diri
sendiri
Ardian Rosade

Advertisements