Mungkin ada diantara kalian yang sedang mengalami ini. Jadian sama cowok yang benar-benar kalian cintai. Semuanya terasa menyenangkan. Semuanya juga terasa indah, serasa mimpi aja.

Namun, tiba-tiba semuanya jatuh pada sebuah titik dimana cewek yang harus berjuang mempertahankannya. Maksudnya, si cowok nggak lagi care atau seperhatian dulu lagi.
Dalam fase ini, cewek benar-benar diuji.
Disini ada tiga kemungkinan, kemungkinan yang pertama cowok kita sudah nggak sayang atau kehilangan rasa cintanya ke kita. Kemungkinan yang kedua, cowok kita lagi fokus atau lagi sibuk sama sesuatu yang penting. As we know, cowok selalu nggak pernah bisa membagi fokusnya saat lagi sibuk mengerjakan sesuatu. Beda sama cewek yang ibaratnya ‘sambil menyelam minum air’, karena selalu bisa nyambi dalam mengerjakan apapun. Kemungkinan terakhir,
cowok kamu itu dari awal memang nggak pernah cinta sama kamu.
Sebagai cewek, kita harus siap dengan segala kemungkinan itu. Dari semua  kemungkinan itu, yang paling menyakitkan adalah kemungkinan yang terakhir. Setelah beberapa
kali mengamati dan menyelidiki sikap cowok kita, kita akhirnya ngerti satu hal. Ternyata dari awal dia bener-bener nggak cinta sama kita.
Mau ketemu saat lagi butuh aja. Dia cuma mau manfaatin sesuatu dari kita.
Susahnya jadi cewek, perasaan kita yang terlalu peka bikin kita cuma bisa nangis, diam, dan nggak tahu harus berbuat apa.
Kadang juga tanpa disadari kita berbuat hal bodoh. Kita tetap setia di sisi cowok yang berpura-pura mencintai kita itu, tanpa mengharap sebuah balasan. Padahal cinta tanpa timbal balik itu ‘BODOH’.
Dengan mantapnya, kita berkata pada diri kita sendiri, “Aku yakin, aku pasti bisa bikin kamu benar-benar mencintai aku.” Lalu kita melakukan segala cara, memanjakan dia, menuruti apa yang dia mau, dan mengabaikan diri kita sendiri.
Menangis setiap malam lalu menjadi sebuah rutinitas.
Pada akhirnya, kita merasa lelah. Kita sadar bahwa hubungan cinta satu arah ini harus diakhiri. Ingat, sebesar apapun rasa cinta kita padanya, kita harus berani untuk mengakhirinya. Untuk apa mempertahankan sesuatu yang justru menggerogoti
kebahagiaan kita sendiri. Ingat, bahwa cinta yang paling abadi hanyalah milik Allah SWT.
Cinta kita kepada Allah SWT harus melebihi apapun yang kita cintai di dunia. Kita harus belajar bersyukur, mencintai orang-orang yang mencintai kita dengan tulus seperti keluarga kita. Hal yang paling penting adalah kita harus mulai untuk lebih mencintai diri kita sendiri, karena itu adalah hakikat dari
segala kebahagiaan. ^^

Cerpen: Ketika persahabatan berakhir cinta |
Kumpulan cerpen cinta

Posted from WordPress for Android

Advertisements