Aku pernah sangat menginginkan nasi goreng. aku menunggu tukang nasi goreng itu, tapi ternyata dia nggak lewat.
Besoknya, aku masih ingin nasi goreng. Aku menunggu lagi, mulai kedengeran suaranya, tapi ternyata dia tidak mendekat sampai akhirnya aku kembali gagal makan nasi goreng. Begitu terus sampai berhari-hari selanjutnya.

Aku masih pengen nasi goreng, tukang nasi goreng itu lewat. Aku pikir ini pertanda bagus. Tapi ternyata dia cuma nengok, senyum, lalu pergi lagi. Aku kembali harus menelan ludah. Belum waktunya aku makan nasi goreng mungkin.
Tapi aku masih belum menyerah, hari-hari selanjutnya aku masih tetap setia menunggu tukang nasi goreng itu berhenti dan menawarkan nasi gorengnya. Tapi ternyata dia tidak kunjung datang.

Aku mulai ragu. Tapi aku tetap menunggu, toh si tukang nasi goreng sudah senyum, masa sih dia nggak ngerti aku pengen nasi goreng, pikirku. Tapi ternyata aku salah, tukang nasi goreng itu tetap tidak mengerti. Dia makin sering lewat. Tapi nggak sekalipun berhenti dan menawarkan nasi gorengnya ke aku.

Akhirnya aku menyerah. Dan di saat aku menyerah, ada tukang bakso lewat. Dia tersenyum. Tapi aku nggak kepingin bakso, jadi aku cuma tersenyum balik. Besok dan hari-hari selanjutnya, tukang bakso itu terus-terusan lewat dan terus-terusan tersenyum. Sampe aku mulai melupakan si tukang nasi goreng, dan mulai kepikiran untuk mengganti menu makananku jadi bakso.

Tapi aku sebenarnya takut

Takut ketika aku terlanjur kepingin bakso, si tukang bakso ini cuma lewat dan tersenyum tanpa menawarkan baksonya, persis seperti yang dilakukan si tukang nasi goreng.

Tapi ternyata, semakin aku takut, aku semakin pingin bakso. Dan kayanya, tukang bakso itu juga mulai menawarkan baksonya.

Tapi aku masih takut.

Takut ketika aku menjulurkan tangan untuk mengambil bakso itu, dia kembali menarik mangkok bakso.
Dan aku kembali menelan kekecewaan.

Tapi ternyata tidak, mangkok bakso itu tetap di sana.
Aku sumringah, tapi nggak lama. Karena tiba-tiba, tukang nasi goreng kembali datang.
Dan nggak cuma lewat dan tersenyum seperti biasanya. Dia membawa sepiring nasi goreng

Aku pun bingung, nasi goreng ini kan yang aku inginkan dari dulu. Tapi baru datang sekarang, saat aku terlanjur pingin bakso.

Jadi bingung, mau makan apa….!

Advertisements