Untukmu, yang sebagian semangatku ada padamu…

Sekarang aku sadar, bahwa kamu sudah tidak ada lagi disini, disini, di sampingku.

Aku ingin berterima kasih untuk waktu singkat yang kamu habiskan bersamaku, terima kasih untuk that short-weird introduction,
terima kasih untuk pernah singgah walaupun hanya sebentar saja, terima kasih untuk pernah hadir di hidupku, di cerita non-fiksiku.

Tapi jika boleh aku mengucap, sebenarnya aku ingin tahu, sampai dimana kadar keseriusanmu. Jika memang dirimu serius, Berjuanglah, jangan pernah putus asa, aku selalu disini mengharapkan kepastian. Bukan sekedar ucapan manis belaka. Aku tidak meminta kamu hanya sebatas kenangan. Aku menunggumu di pintu masa depan. Berjuanglah, jika memang kamu yakin, aku adalah jawaban dari sujud panjangmu.
Jagalah dirimu. Perihal apapun itu. Jalan kita masih panjang. Kita sama-sama memperbaiki diri ya. Jangan lupa aku disini selalu menunggumu.

-Untuk kamu, yang selalu menyesakkan Lobus frontalis cerebrumku, tempat ingatan (tentangmu) tersimpan.

Advertisements