Dulu suatu waktu, dengan yakin dan bangganya aku selalu beranggapan, bahwa selain Sang pencipta, kita tidak akan berubah.

Tapi ternyata aku keliru.. yang benar-benar tidak berubah ternyata hanya Allah SWT.

Karena kita pun, tidak lepas dari serangan yang bernama perubahan.

Dan sekarangpun kita terurai, dari “kita” menjadi “aku” dan “kamu”.

Mungkin ini semua salahku karena aku hanya bisa diam,

Mungkin juga tidak seharusnya aku merindukanmu dalam diam.

Diam pada dasarnya dapat terlihat sebagai banyak hal,

Diam bisa dilihat sebagai penerimaan,

Diam bisa dilihat sebagai penolakan dan,

Diam juga bisa dilihat sebagi tanda ragu-ragu,

Pun sebenarnya diam adalah caraku untuk melindungimu, dari harapan yang mungkin menyakitimu.

Dan yang perlu kamu ketahui bahwa lepas dari dirimu adalah hal terakhir yang ingin kulakukan…

Advertisements