“belajar memaknai arti hidup dan kehidupan , bahwa hidup memang sering kali harus dilanjutkan dengan cara yang tidak kita inginkan*

seperti ketika kau ingin menyantap seloyang pizza,  tapi uang di kantongmu hanya cukup untuk membeli sepiring nasi goreng. seperti saat kau mati-matian belajar untuk meraih peringkat pertama di kelasmu, tapi angka dua yang tertera pada kolom peringkat di rapormu. atau seperti saat kau mendambakan seorang putra dari rahim istrimu, lalu istrimu melahirkan anak perempuan.

jika nyatanya nasi goreng itu akhirnya mampu membuatmu tidur lelap kekenyangan di malam hari, apakah kau akan memaki uangmu yang menggagalkan rencanamu menyantap pizza? jika nyatanya kau lihat seorang temanmu menangis di pelukan ibunya di sudut kelas karena nilai rapornya gagal membawanya naik kelas, akankah kau menangisi angka dua di kolom peringkat rapormu? jika nyatanya putrimu tumbuh menjadi gadis cantik yang cerdas dan menggemaskan, akankah kau menolaknya semata karena mengharapkan seorang putra, dan bukannya putri?

hidup memang sering kali harus dilanjutkan dengan cara yang tak kita inginkan*

karena Seorang Sutradara Maha Dahsyat mengatur jalan cerita masing-masing kita dari atas sana. membuat masing-masing kita menjalankan rencana terbaikNya yang seringkali  bukan merupakan rencana yang kita inginkan. bukan karena Dia tak bisa mewujudkan, tapi semata-mata karena Dia memiliki rencana yang jauh lebih sempurna.

hidup memang sering kali harus dilanjutkan dengan cara yang tak kita inginkan, tapi dengan cara yang paling sesuai untuk kita. maka masihkah kau mengeluhkan hidupmu?

 

* diambil dari buku Fahd Djibran. Curhat Setan. GagasMedia, 2009

Advertisements