2594_tanpa_syarat
Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya.
Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih
sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.
Sewaktu sedang menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya.
Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang ada waktu luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya,
dan nampaknya lukanya sudah cukup baik dan kering,
tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru.
Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter,
aku putuskan untuk melakukannya sendiri.

Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru.
Lelaki tua itu menjawab tidak,
dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya,
seperti yang dilakukannya sehari-hari.
Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan
istrinya mengidap penyakit Alzheimer.

Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat.
Dia menjawab bahwa  istrinya sudah tidak dapat lagi mengenalinya sejak 5 tahun terakhir.
Aku sangat terkejut dan berkata,
Dan Bapak MASIH pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?
Dia tersenyum sambil tangannya menepuk tanganku sambil berkata,
Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, kan?

Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi,
tanganku masih tetap merinding,
Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku.

Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.
Cinta sejati  adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi,
dan yang tidak akan pernah terjadi…

Bagiku pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting:
Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik,
mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.
Karena hidup bukan hanya perjuangan menghadapi hujan,
tetapi juga bagaimana kita bisa tetap menari di dalam hujan…

Advertisements