Ucapan Ultah
Ini bukan tentang menjadi yang  paling awal  yang memberikan selamat.
Bukan juga menjadi yang paling spesial memperlakukan dirimu di hari yang mungkin kamu nanti setiap satu tahun sekali.
Karena sebenarnya aku tidak mau  menjadi salah satu yang menanti delapan ribu tujuh ratus enam  puluh jam hanya untuk memanjatkan seuntai doa untukmu, karena selama delapan ribu tujuh ratus enam  puluh jam  itu pula doaku tertuju pada dirimu, selalu.
Pun jika aku harus mengucapkan doaku di antara delapan ribu tujuh ratus enam  puluh jam, maka akan  kujewantahkan supaya kamu tahu.

Bahwa aku mau kamu, tetap menjadi kamu. Seperti sebuah pohon yang tinggi, menguat batangnya sejalan dengan pertambahan perjalanan usia, tetapi senantiasa memberi ruang bagi siapapun untuk berlindung di bawah  rimbun dahanmu.

Bahwa aku mau kamu tetap menjadi kamu, yang selalu gigih mengejar apa yang kamu inginkan, tanpa dirimu alpa menyisihkan satu  ruang untuk Allah SWT  melakukan  kuasa-Nya. Karena pada tiap-tiap langkah yang telah kita tempuh, Itu semua sesungguhnya karena campur tangan Allah SWT.

Kamu, semoga senantiasa menjadi hamba yang kian mencintai Allah SWT  yang juga senantiasa mencintaimu, serta semoga selalu dan selalu memperoleh yang terbaik dalam setiap jejak langkahmu.

last but not least, sepertinya akan kuucapkan seraya berbisik. Alih-alih untuk dirimu, sepertinya ini lebih untuk diriku sendiri.

Bahwa aku ingin kamu di sini…

Selamat hari lahir kamu…

“And in the end, it’s not the years in your life that count. It’s the life in your years.”

Advertisements