sahabat
Kami seperti sahabat,

Berdiskusi tentang apa saja dan terkadang saling menggoda. Sesekali, malahan kami menghabiskan waktu tanpa satu patah kata-pun. Saya menulis, sedangkan dia asyik dengan dunianya sendiri. Kemudian seperti yang biasanya terjadi, dia masuk kamar duluan, sedangkan saya masih sibuk membaca, ngemil, membaca lagi, ngemil lagi hingga tengah malam.

“aku jalan ya”, ucapnya ketika pagi sudah menjelang.

“iya…” jawabku. Masih di alam mimpi.
Continue reading

Advertisements