Category: Renungan


Untuk apa…

Untuk apa muncul sejenak, pun pada akhirnya kamu menghilang

lagi…?

Advertisements

Masih sulitkah kau memahamiku…

Rekaman suara ini untuk kamu…yang mungkin masih sulit memahami aku…
(klik tombol play warna bulat orange sebelah kiri atas)

Firasat…

Firasat

“Bagaimana kita bisa tahu sesuatu firasat atau bukan?”

“Kamu harus cek ke dalam,” ia meletakkan jari di dadanya, ‘dan cek ke luar.
Pesan yang sama biasanya datang berulang. Lewat suara hati, atau gejala alam.
Dan biarpun pikiran kamu ingin menyangkal, seluruh sel tubuh kamu seperti sudah tahu.’

“Lalu… kalau saya tidak suka dengan yang dikatakan firasat saya, lantas apa?”

“Kamu hanya perlu menerima. Ketika belum terjadi, terima firasatnya. Ketika sudah terjadi, terima kejadiannya.
Menolak, menyangkal, cuma bikin kamu lelah.”

Supernova-Ksatria-putri-dan-bintang-jatuh

“Dadaku sering sesak lagi sekarang,” keluh Rana.
“Itu gara-gara kamu stres. Seharusnya kamu tahu risiko keputusanmu jatuh cinta.” Rana tersenyum tawar.
“Andaikan benar keputusan itu ada di tanganku,” “Perceraian bukan hal yang simpel. Rana.”
“Tapi kan aku tidak akan menuntut apa-apa dari Arwin. Bawa badan saja jadi,” Rana terisak lagi.
Continue reading

Sebuah ucapan selamat…

Ucapan Ultah
Ini bukan tentang menjadi yang  paling awal  yang memberikan selamat.
Bukan juga menjadi yang paling spesial memperlakukan dirimu di hari yang mungkin kamu nanti setiap satu tahun sekali.
Karena sebenarnya aku tidak mau  menjadi salah satu yang menanti delapan ribu tujuh ratus enam  puluh jam hanya untuk memanjatkan seuntai doa untukmu, karena selama delapan ribu tujuh ratus enam  puluh jam  itu pula doaku tertuju pada dirimu, selalu.
Continue reading

532740_10151462725250674_491679432_n

Seorang teman sedang bersedih. Cintanya tak sampai. Terlambat.
Hadir di waktu yang tidak tepat. Kisahnya persis seperti cerita pilu yang kemudian membuat air matanya tak henti menetes.
Mati terhadap semua rasa, katanya. Kecuali rasa sakit tentunya.
Cerita diawali ketika mereka berdua sama-sama duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.
Berpacaran. Hingga kemudian terpisah dengan alasan klasik.
Jarak.
Continue reading

Cintailah Ia Dalam Diam…

Hujan_Deras

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang,
cukup cintai ia dalam diam …
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya …
Continue reading

Sang Dadu…

6sided_dice

Setiap kali saya pulang kerja di sore hari, saya masih saja melihatnya duduk di sana.
Seorang perempuan berumur empat puluhan duduk dalam kiosnya di tepi seruas jalan di kotaku yang telah ribuan kali kulewati.
Continue reading

Saat-saat dalam hidup kita…

Terkadang ada saat-saat dalam hidup ketika engkau merindukan seseorang begitu dalam,
hingga engkau ingin mengambilnya dari angan-anganmu, lalu memeluknya erat-erat !

Ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka…tetapi, seringkali kita memandang terlalu lama pada pintu yang tertutup hingga kita tidak melihat pintu lain, yang telah terbuka bagi kita..

Continue reading

Cara Alam Menegur Kita…

rain_medium

Pernahkah kita mengalami ketika hujan deras datang mengguyur, kita lupa untuk membawa payung.
Lalu kita pun berbasah kuyup kedinginan. Tetapi sebaliknya,
Ketika kita menyiapkan jas hujan / payung, justru panas dan terik yang datang membakar hari.
Kesalkah anda…?
Continue reading

Yang tinggal di gunung merindukan​ pantai.
Yang tinggal di pantai merindukan​ gunung.

Di musim kemarau merindukan​ musim hujan.
Di musim hujan merindukan​ musim kemarau.
Continue reading

Jika semua yang kita inginkan dapat kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS,
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR,
Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR.
Continue reading

6 Pertanyaan Imam Al-Ghazali…

Suatu hari, Imam al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Beliau bertanya beberapa hal.

Pertama, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
” Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya.
Imam al-Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar.
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “Mati”.
Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (QS. Ali Imran 185)
Continue reading

Aku berdoa supaya ….

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil
> balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final.
> hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap
> mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab memang begitulah
> peraturannya.
> Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk
> dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang
> paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk
> berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik.
> Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak
> sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun,
> Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya
> sendiri.
Continue reading

%d bloggers like this: