Category: Surat dalam Novel


Surat Rana

Tidak ada yang saya sesali.
Saya harap kamu juga demikian.
Tidak ada yang mudah untuk mengatakan ini semua.
Saya yakin kamu mengerti.
Dan tidak ada yang saya cintai lebih dalam selain perasaan indah yang pernah kita miliki (dan semoga masih akan terus kita miliki).
Tapi saya bukan Puteri yang kamu cari.
Di satu titik, perasaan indah itu telah mengkristal, dan saya akan menyimpannya.
Selamanya.

Kamu adalah yang teristimewa, Ferre.
Kamu telah memberi saya kekuatan untuk mendobrak belenggu itu.
Sekarang saya bebas.
Tapi, tidak berarti kita harus berjalan bersama.
Izinkan aku kembali berjalan di setapak kecilku.

Rana

*from Novel Ksatria putri dan bintang Jatuh

Advertisements

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,

dan kematian adalah sesuatu yang pasti,

Continue reading

Maaf…
karena sealu membuat kamu marah
Maaf…
karena selalu membuat kamu benci sama aku

Continue reading

Subject: Re: Raka
20/06/2005, Raka wrote:
Dearest Rahmi,
Sorry about the delay. Hmmm, tentang pertanyaan kamu waktu itu, pernah nggak aku nyesel sama keputusan aku waktu itu?
Penyesalan…
Buat aku setiap keputusan adalah untuk dievaluasi, karena nyesel nggak pernah berguna apa-apa. Kalau buat aku, akhirnya ini adalah kompromi. Selalu ada harga yang harus kita bayar untuk hal lain yang ingin kita raih. Jadi, walaupun ada sesal dari aku, sekarang aku lebih mikir itu adalah harga yang harus aku bayar buat ada di sini.

Continue reading

%d bloggers like this: